Kamis, 29 November 2012

masih....

Masih
Masih ku menangis. Menangis lagi ketika ku buka kembali lembaran tentang kisah laluku yang kerap mengusik.
Masih ku tertegun. Tertegun lagi ketika membaca lembaran2 itu yang sudah lama ku tutup.
Masih ku menahan. Menahan isak ketika ku membacanya dan hanya ada butiran air mata membendung yang langsung ku usap agar tidak ada seorang pun yang tahu apa yang aku rasakan saat itu.
Masih ku sakit. Sakit karena ingat akan hal itu dan meninggalkan luka yang terlalu dalam.
Dan masih mengingatnya. Mengingat nama dan bayangnya.

Saat ini.......
Aku tidak berharap apapaun darinya, bahkan tidak ada ‘SMS’ darinya pun merupakan satu ketenangan untukku.
Namun yang ku harapkan hanyalah perubahan yang ada padanya, yang dy lakukan oleh dirinya sendiri bukan hanya dari kata2nya saja.
Bukan perubahan untukku, tapi perubahan untuk dirinya sendiri dan untuk masa depannya sendiri.
Aku tidak peduli dengan siapa dy akan mengakhiri masa lajangnya kelak, tapi yang ku inginkan hanyalah “perubahan” yang ada pada dirinya.
Walau rasa sakit ini masih terasa karenanya, namun doa yang ku panjatkan di setiap sepertiga malamku atau bahkan di setiap sholat lima waktuku tak lupa ku selipkan namanya.
Bukan berdoa untuk meminta dy kembali....
Namun doa agar dy baik dan lebih baik lagi, karena aku tahu sebenarnya dia baik....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar