1. Mondok Qur'an lagi, biar tambah lanciiiiirrrrr
2. Kuliyah lagi dengan biaya sendiri, but I have no working except as a teacher :(
Allah..... terlalu beratkah pintaku ini, padahal aku sendiri belum tentu bisa untuk membagi waktu
terlalu neko-neko kah aku, padahal "otakku" ini pas-pasan
terlalu banyakkah pintaku, padahal aku tahu biaya kuliyah itu tidak sedikit
Saat ini, tekadku hanya satu, yaitu membahagiakan Ummi abahku. Keinginan beliau agar aku bisa melanjutkan sekolahku menjadi "penyemangat utama" aku untuk sekolah lagi, walau disisi lain melanjutkan kuliyah adalah bukan pilihan pertamaku setelah lulus dari strata 1. Melancarkan hafalanku adalah cita2 pertama aku, namun suratan menentukan lain, dan aku memilih untuk mengikuti permintaan beliau, karena aku yakin apa yang telah di ridloi beliau itulah pasti yang menjadi yang terbaik untukku.
Dan saat ini, aku menjalani aktifitasku sebagai "ustadzah" di pesantren waktu aliyah dulu, sambil sesekali menjadi "santri kalong" ke pondok qur'an yang tidak jauh dari pondok tempat aku tinggal untuk men"takrir" hafalanku.
Dengan berbagai kesibukan aku jalani, sedih ketika aku ingat bahwa "aku ini penghafal al qur'an", tapi sikapku tidak mencerminkan aku sebagai penghafal al qur'an. aku sibuk dengan pekerjaanku mengajar dan berorganisasi bahkan kegiatan "tahfidz" pun aku jalani sebagai "penyimak" santri santri yang mau menghafal al qur'an.
lantas bagaimana dengan hafalanku sendiri???
Disela waktu kosongku, aku malah lebih banyak beristirahat. walau mungkin orang yang melihatku akan menilai bahwa aku terlihat "nyaman-nyaman" saja, namun hatiku berkecambuk menjadi satu, sedih sedih dan sedih, bahkan ada sedikit penyesalan.
asstaghfirullah.........
Tidakkah aku cukup bersyukur dengan apa yang ada padaku sekarang?? dikala yang lain bingung mencari pekerjaan tapi aku sendiri tanpa keringat bisa langsung mengajar.
tapi bukan ini yang aku inginkan????
astaghfirullah......aku yakin ini pilihan terbaikku, toh yang penting masih di pondok dan aku bisa mentakrir hafalanku sendiri.
dan tentang "lanjutan kuliyahku"... aku sendiri merasa takut untuk menjalaninya, karena masalahnya adalah ada pada ekonomi. walau dukungan penuh dari ummi abahku, tapi tetap saja aku harus berfikir lebih dewasa lagi, adikku masih ada 3 orang yang kuliyah dan jika aku melanjutkan kuliyahku bukankah aku akan lebih membebani beliau???
"ntos tik, mumpung abah masih ada, masih sanggup membiayai, sok kuliyah deui, cuma 2 taun ieuh" masih teringat jelas kata ummiku ketika minggu lalu aku pulang kerumah hingga air mataku terbenung karena haru, besar sekali harapan beliau untuk mempunyai seorang anak yang melanjutkan kuliyah sampai S2. Ada sedikit rasa senang menyelinap di kalbu karena aku mendapatkan kesempatan untuk sekolah lagi, namun perasaan sedihpun aku rasakan ketika aku berfikir bahwa "kuliyahku akan menambah beban abah ummiku", namun kata "mumpung abah masih ada" dari ibuku itu mendorong aku lagi untuk "jadi" melanjutkan sekolahku. aku takut ya Allah Engkau mengambil nyawa beliau sebelum aku mengabulkan permintaan beliau, dan aku ingin sekali semasa hidupku bisa membahagiakan ummi abahku dengan keberhasilanku, untuk itu ya ALLAH..... BERKAHILAH BELIAU KESEHATAN DAN UMUR YANG PANJANG, RIZKI YANG HALAL SERTA BERKAH, Mudahkanlah jalanku untuk melanjutkan kuliyahku nanti, ridhoilah aku ya ALLAH untuk kuliyah lagi, karena atas hanya dengan idzinMu aku bisa menjalani semua ini....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar